Eks KPK Abdullah Harus Ungkap Orang Dekat Mega Yang Kriminalisasi Antasari

Eks KPK Abdullah Harus Ungkap Orang Dekat Mega Yang Kriminalisasi Antasari

Jakarta, LiraNews.com --- Mantan Penasihat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Abdullah Hehamahua demi kebenaran harus ungkap  siapa orang dekat Megawati Soekarno Putri yang melakukan kriminalisasi Antasari Anshar. Masalah ini perlu dibuka dan diusut tuntas agar jangan jadi "bola liar" yang membakar Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Partai Perindo/Bos MNC Group, Hari Tanoe.

"Statement Abdullah Hehamahua bisa menjadi pintu masuk menguak misteri siapa sesungguhnya yang mengkriminalisasi Mantan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) itu. Apakah SBY seperti dituduhkan Antasari atau orang dekat musuh bebuyutan Politik SBY, Presiden ke-5 Megawati," tegas Ketua Umam Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia), HM. Jusuf Rizal kepada media di Jakarta.

Sebagaimana dimuat di beberapa media Abdullah Hehamahua menyatakan bahwa kriminalisasi kasus Antasari Azhar dirancang oleh orang dekat Ketum Partai PDIP Megawati. Orang tersebut dikatakan sekarang menjadi kepercayaan Presiden Jokowi dan memiliki jabatan strategis. Mantan Penasehat KPK itu juga menyebutkan jika Antasari Azhar sosok yang tidak taat azas terhadap SOP dan Kode Etik KPK.

Sementara Antasari justru menuding SBY dibalik pengkriminalisasian dirinya terkait pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, mantan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran tahun 2009. Antasari juga menyebutkan bahwa Hari Tanoe, Ketum Partai Perindo menemuinya sebagai utusan SBY agar tidak menahan besannya Aulia Pohan dalam Kasus korupsi Yayasan BI.

Menurut Direktur Blora Center (Tim Sukses SBY-JK 2004) yang kini melalui Partai Parsindo mengusung Tommy Soeharto (Putra Presiden ke-2, HM. Soeharto), Capres RI 2019-2024 itu mengatakan, apa yang dikemukakan Abdullah Hehamahua perlu dibuka transparan agar terang benderang dan tidak menjadi fitnah banyak pihak termasuk SBY. Ini merupakan konspirasi dan pemufakatan jahat yang melanggar hukum dan hak asasi manusia.

"Partai Parsindo meminta Abdullah Hehamahua membeberkan secara terbuka  kepada Publik. Karena jika ada rekayasa kriminalisasi, itu bisa masuk kategori persekongkolan dan pemufakatan jahat dalam perencanaan pembunuhan dengan target Antasari. Itu pelanggaran hukum dan dapat diproses hukum bila hukum tidak tumpul," tegas Jusuf Rizal.

Pria berdarah Madura-Batam itu lebih lanjut mengatakan sebaiknya Antasari juga menjelaskan sejauh mana keterlibatan Hari Tanoe yang konon datang menemuinya atas utusan Cikeas. Sementara SBY sendiri telah membantah dirinya mengurus Hari Tanoe bertemu Antasari dalam kasus Aulia Pohan. Kehadiran Hari Tanoe yang dikemuk

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter