Pembangunan SMK Baebunta Terindikasi Korupsi

Pembangunan SMK Baebunta Terindikasi Korupsi

Luwu Utara, LiraNews.com-- Program pembangun USB SMK Negeri 1 Baebunta Kabupaten Luwu Utara Sulsel, merupakan salah satu Pembangunan USB program DITPSMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016 yang dialokasikan ke 341 titik unit sekolah baru di wilayah Indonesia dengan total bantuan sebesar Rp. 942.728.600.000.

Besaran nilai bantuan yang diterima dalam pembangunan SMKN tersebut sebesar Rp. 2.764.600.000, terdiri atas biaya perencanaan, pembangunan, pengawasan dan pengelolaan administrasi senilai Rp.1.935.220.000,- (70% dari nilai anggaran) dan Rp.829.380.000,- (30% dari nilai anggaran ) untuk pemanfaatan pengadaan peralatan dan perabot, namun dalam pemanfaatannya terindikasi korupsi.

Lembaga penelitian pemantau kinerja (LPP Kiat), yang tengah melakukan investigasi menemukan sejumlah kejanggalan diantaranya pada pelaksanaan pembangunan dan pengadaan mobiler atau peralatan penunjang, misalnya kata ketua ,Haryono Wardi, pada pengadaan komputer juga pembangunan fisiknya maupun pelaporan administrasi.

"Setelah pihak kami melakukan pemantauan/investigasi di lapangan sejak pertengahan bulan Desember 2016 hingga awal bulan Februari 2017, ditemukan berbagai kejanggalan mulai  proses pengajuan dokumen pembangunan USB SMKN 1 Baebunta ke DITPSMK dan istansi terkait maupun pada proses pembangunan dan pengadaan mobiler dan peralatan laboratorium hingga pelaporan akhir pembangunan USB tersebut," katanya.

Lebih lanjut, kata LPP bahwa seharusnya dalam proses pengadaan tidak dibuat ganda sehingga berpotensi korupsi dengan cara di mark up atau digelembungkan anggarannya.

"Misalnya pengadaan komputer, ada item dianggarkan lagi padahal spesifikasi atau alatnya sudah satu paket sehingga mubasir, belum lagi harga jauh dari harga pasaran," ungkapnya.

Selain itu, pekerjaan tersebut hanya dikerjakan oleh oknum sekolah tanpa melibatkan lainya dan hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Pekerjaan pembangunan fisik dan pengadaan mobiler/alat-bahan praktek hanya diadakan oleh ketua tim pendiri ( Ibrahim Nasir, S.Pd.M.M.) dan bendahara (Jufrianto), tanpa melibatkan sekretaris dan anggota panitia pembangunan/pengadaan barang dan perabot lainnya," bebernya.

Pada lain pihak, sekolah penerima manfaat membenarkan soal ketidaksesuaian pengadaan dan mengaku telah mengetahui bila perkara tersebut telah dilaporkan ke pihak berwenang.

" Iya, pak, kami minta tolong soalnya kasihan anak anak yang proses belajar mengajar (PKM) sementara proses itu sedikit terkendala dikarenakan komputer masih banyak

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

Dewan Pengarah : Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi : Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi :Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si Wakil Pemimpin Redaksi :M. [...]

Facebook

Twitter