HIPMI Tolak Perusahaan BUMN Dipimpin WNA Profesional

HIPMI Tolak Perusahaan BUMN Dipimpin WNA Profesional

Jakarta, LiraNews.com. Menyusul perkataan Presiden Joko Widodo yang ingin agar perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dipimpin oleh Warga Negara Asing (WNA) profesional, disikapi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai hal yang tidak perlu dilakukan.

Menurut Ketua BPP HIMPI, Anggawira, persoalan mendasar yang terjadi dalam perusahaan BUMN bukan terletak pada para pimpinan atau tenaga kerja lokal maupun asing.

“Akar persoalannya terletak dalam tata kelola perusahaan dankepentingan  politik yang dicampur dalam pekerjaan,” ujar Anggawira dalam keterangannya, Kamis (5/1/2017). Untuk meningkatkan kualitas pekerja Indonesia agar dapat setara dengan pekerja profesional dari luar negeri, lanjutnya, perlu adanya jenjang
leadership yang dinamis sesuai kondisi pasar dan bukan mempekerjakan WNA untuk memimpin jabatan-jabatan penting dalam perusahaan BUMN.

"Karena itu saya katakan perlunya jenjang leadership development yang disiapkan sesuai dengan kondisi market, sosial, dan politik di negara ini,” katanya.

Pemerintah, katanya,harus memiliki program untuk mendukung percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam negeri.  Yakni, BUMN dan swasta harus sinergi. Semangat kolaborasi dan kerja sama harus kita bangun.

Jangan sampai BUMN matikan swasta Ini yang banyak terjadi, anak cucu dan cicit BUMN hidup dari bisnis didalam BUMN ini harus diperhatikan pemerintah karena menimbulkan iklim usaha yang tidak sehat.

"Kita tidak perlu 'mencontek' strategi semacam itu untuk meningkatkan kinerja perusahaan negara. BUMN juga ke depannya harus sinergi dan kolaborasi dengan swasta. Agar bisa menghasilkan karya nyata,”
imbuhnya.

Pasalnya, menurut Anggawira, perusahaan asing dengan value bisnis yang mapan di dunia, dan memiliki cabang di Indonesia justru berharap tenaga kerja Indonesia semakin siap secara teknis dan behavior untuk mengambil alih,

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengharapkan perusahaan-perusahaan BUMN dipimpin oleh Warga Negara Asing (WNA) profesional. Dengan begitu, Presiden meyakini kinerja perusahaan negara akan menjadi lebih optimal.

Selain itu, Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar dari kemajuan perusahaan milik negara di Uni Emirat Arab (UEA), dan negara tetangga Singapura, yang menerapkan langkah serupa. MP-JMP

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI

     

     

     


    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

    Facebook

    Twitter