ANCAMAN KUBU PRABOWO PEOPLE POWER, INI REAKSI AKTIVIS 98

ANCAMAN KUBU PRABOWO PEOPLE POWER, INI REAKSI AKTIVIS 98

Liranews, Jakarta --Aktivis 98 yang dimotori oleh Adian Napitupulu adakan syukuran, potong tumpeng kemenangan capres-cawapres Jokowi-Amin. Sekaligus mengingatkan kepada pihak capres-cawapres Prabowo-Sandi untuk tidak mengancam "people power".

Acara yang berlangsung di Graha Pena 98 Kemang Utara, Bangka Jakarta Selatan, Minggu (21/4/2019) itu mengangkat tema "Setelah Menang Mau Apa?".

Hadir sebagai pembicara adalah tokoh-tokoh pergerakan 98, seperti Adian Napitupulu (Pena 98), Faizal Assegaf (Progres 98) Sayed Junaidi Rizaldi atau Pak Cik (RNA 98), Hengky Irawan (Syarekat 98), Salomo, Wahab, dan lain-lain.

"Ini adalah syukuran kemenangan untuk Jokowi-Amin. Pernyataan sikap kita angkatan 98 mengingatkan kepada mereka yang kurang puas dengan hasil Pemilu ini. Janganlah melakukan hal-hal yang inkonstitusional karena kita menjaga NKRI dengan tetesan darah, "ujar Pak Cik pada lira news.com usai acara, Minggu (21/4/2019).

Semua pihak, lanjut dia, harus menunggu hasil keputusan KPU tanggal 22 Mei mendatang. Semuanya tidak buru-buru, harus menahan diri. Kalau ada pihak-pihak tidak mengakui wasitnya, yakni KPU, maka untuk apa ikut Pilpres, kuncinya disitu.

Kalau mengaku berdarah NKRI dan segala macamnya, maka harus menghargai konstitusi, proses demokrasi. Kalau tidak menghargai konstitusi akan berhadapan dengan rakyat .

Bagi Pak Cik, klaim kemenangan mereka 02 tidak menjadi masaalah. Tapi, sangat disayangkan mengancam untuk rusuh. Firaun mengaku Tuhan pun tidak apa-apa. Nanti Tuhan yang azab sendiri Firaun.

Klaim menang sekali lagi, katanya, tidak apa-apa, asalkan tidak mengancam-ngancam. Ancaman "people power" dengan alasan KPU berbuat curang, KPU tidak benar dan lain sebagainya.

"Ancaman "people power" maka kita lebih "people power". Saya tegaskan kita lebih "people power". Angkatan 98 akan melawan. Jangan merasa hebat sendiri di Republik ini, "tegasnya.

Mungkin saja ada beberapa alasan 02 mengklaim kemenangan, seperti eksit kompromi ekonomi, biar balik modal. Kalau untuk buat hiburan menyenangkan pendukungnya, hal itu tidak mungkin.

Sudah pasti ada agenda. Agenda-agenda itu bisa dengan dua alasan seperti, Pertama, memang mengdeligitimasi hasil KPU. Kedua, dalam hal kompromi politik.
Kompromi berarti mengganti biaya-biaya politik mereka.

Kemenangan lewat hitungan cepat "quick count" sebelum di tetapkan KPU itu susah kalau diuraikan.
Sebab, pada pilkada DKI mereka percaya "quick qount". Anehnya, sekarang tidak percaya hasil-hasil metode ilmiah lembaga-lembaga survei profesional. Bahkan mereka 02 mengklaim me

Tags: politik
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter