PARTAI BERKARYA NILAI PENANGANAN TERORIS MASIH KURANG TEGAS

PARTAI BERKARYA NILAI PENANGANAN TERORIS MASIH KURANG TEGAS

Jakarta, LiraNews.com -- Partai Berkarya mengecam keras aksi teroris yang melakukan serangkaian aksi bunuh diri diberbagai tempat di Kota Besar di Indonesia. Tindakan yang mengarah kepada pihak keamanan menunjukkan kelompok teroris makin mekecehkan dan menganggap remeh penegak hukum. Pemerintah didesak melakukan antisipasi dan tindakan tegas.

"Kami prihatin dengan kondisi keamanan saat ini. Banyak rakyat mulai gelisah, tidak nyaman dan ketakutan akibat aksi bom bunuh diri yang dilakukan teroris. Pemerintah harus segera kendalikan keadaan, sebab jika tidak ditindak tegas akan memberi pengaruh pada stabilitas keamanan, ekonomi dan politik," tegas Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso saat diminta konentarnya di Jakarta masalah aksi bom bunuh diri.

Menurut politikus asal Jawa Timur itu, untuk melakukan penumpasan terhadap teroris, aparat penegak hukum tidak perlu harus menunggu selesainya UU Teroris. Cukup dengan payung hukum yang ada para penegak hukum sudah dapat bertindak tegas. Jangan hanya urusan karena hak asasi seorang teroris lantas mengorbankan hak asasi rakyat banyak. Pelanggar hukum harus ditindak tegas.

Priyo juga menilai, pihak pemerintah harus menata ulang sistim pencegahan dini yang melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak di lini bawah untuk cencegahan dini. Sistim pelaporan warga di setiap RT/Desa perlu dihidupkan, termasuk mendeteksi mulai dari pembuatan KTP. Di era kepemimlinan HM. Soeharto dirasakan efektif menanggulangi teroris. Jarum jatuh saja bisa di deteksi.

"Kami dan seluruh rakyat Indonesia tentu berharap Polisi, BIN, BNPT dan dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat lebih proaktif mengatasi jaringan teroris. Jika melihat amatan jaringan ini bisa saja bermukim di kontrakan, dan bahkan diduga kuat bersembunyi di institusi pemerintahan, ormas maupun partai politik," tegas Priyo

Partai Berkarya juga mengusulkan menghadapi kondisi bangsa yang lebih terbuka dengan adanya globalisasi, pemerintah bisa melakukan Litsus guna mengidentifikasi bersih atau tidaknya seseorang yang dicurigai masuk jaringan teroris. Sekarang kita tidak bisa memetakan, siapa kawan atau lawan seperti isteri bom bunuh diri di Surabaya ternyata pegawai Depag Jatim.

"Kita harus mendukung upaya pemerintah dalam memerangi teroris. Kita jika ingin aman dan damai jangan sampai teroris tumbuh subur. Seluruh rakyat harus bersatu memerangi teroris. Mari kita awasi lingkungan kita masing2." tegas politisi kawakan itu. LN-RON

    Tags:
    Redaksi

    Penulis: Redaksi

    KANTOR REDAKSI

     

     

     


    Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
    Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


    Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

    Berita Terkait

    Form Komentar



    Masukan 6 kode diatas :

    huruf tidak ke baca? klik disini refresh


    Komentar Via Facebook


    Profil LIRANEWS.COM

    Dewan Pengarah :  Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH, M.Sc • Mayjen TNI (Purn) Zulfahmi Rizal, M.Sc • Dr. H. Syahrial Yusuf, SE, MM • Prof, Dr, Ir, Marsudi W. Kisworo, M.Sc • Prof, Dr, Ahmad Mubarok Dewan Redaksi :  Drs. HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si • M Husnie • Mustaqin Ishak • Ahmad Hadariy, S.Ag Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Indra Lesmana Wakil Pemimpin Redaksi : M. [...]

    Facebook

    Twitter