LAMBAN TANGANI KASUS KORUPSI DIKNAS KONAWE, IMIK JAKARTA MINTA KAPOLRI COPOT KAPOLRES KONAWE

LAMBAN TANGANI KASUS KORUPSI DIKNAS KONAWE, IMIK JAKARTA MINTA KAPOLRI COPOT KAPOLRES KONAWE

LiraNews, Kendari - Ikatan Mahasisiwa Indonesia Konawe (IMIK) Jakarta menyoroti kinerja Kepolisian Resort (Polres) Konawe yang lamban mengusut tuntas keterlibatan 9 orang nama yang disebutkan para tersangka kasus korupsi dana pemeliharaan sekolah lingkup Dinas Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Kabupaten Konawe yang telah merugikan negara sebesar 4.2 Milyar Rupiah.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Indonesia Konawe (IMIK) Jakarta, Muhamad Ikram Pelesa dalam rilisnya, Selasa (11/6/2019), menyampaikan bahwa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ketiga orang pejabat yang telah lebih dulu dipenjara atas kasus tersebut (Ridwan Lamaroa, Jumrin Pagala dan Gunawan), menyebutkan bahwa ada 9 orang yang diduga nikmati kerugian negara sebesar 4.2 yang sampai saat sangat lamban ditangani oleh Polres Konawe.

"Ini ada apa, kok kasusnya bisa mandeg begini. Padahal sangat terang disebutkan dalam BAP ketiga tersangka tersebut bahwa ada 9 orang yang diduga turut menikamati hasil jarahan bersama. Namun sampai sekarang tidak ada perkembangan, mereka masih hanya sebatas saksi,” ujarnya.

Lebih lanjut ikram menerangkan bahwa Dari bukti pernyataan tertulis ketiga tersangka tersebut pihaknya mendapati ada nama bupati konawe, Wakil Bupati Konawe, Ketua DPRD Konawe beserta beberapa pejabat dan pihak luar yang terut menikmati kerugian negara 4.2 M tersebut. Sehingga menurutnya Polres Konawe serius dalam memeriksa kesembilan nama yang disebutkan para tersangka. Sebab dengan lambannya pengusutan kasus tersebut bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum diwilayah Konawe.

"Dari bukti pernyataan tertulis ketiga tersangka tersebut kami mendapati ada nama pak bupati yang diduga menerima uang 2.8 M, selebihnya ada Wabup, Ketua DPRD beserta beberapa pejabat dan pihak luar yang terut menikmati uang itu. Sehingga menurut kami Polres Konawe harus serius dalam memeriksa kesembilan nama yang disebutkan para tersangka. Sebab dengan lambannya pengusutan kasus tersebut, bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum diwilayah konawe,” terangnya.

Wasekjend PB HMI ini sangat menyayangkan lambannya pengusutan kasus yang dilakukan oleh polres konawe, sehingga pihaknya berkesimpulan bahwa Kapolres Konawe telah gagal dalam menyelesaikan kasus Korupsi Dana Pemeliharaan Sekolah Lingkup Diknas Konawe yang melibatkan para pejabat konawe dengan kerugian miliaran rupiah. Untuk itu pihaknya minta Kapolri untuk segera mencopot Kapolres konawe demi menjaga integritas polri dalam penegakan hukum.

"Kami sangat menyayangkan lambann

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Tebet
Jakarta Selatan 12810


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter