PENGACARA BUNI YANI: PERNYATAAN JAKSA AGUNG AKAN BEBASKAN KLIENNYA

PENGACARA BUNI YANI: PERNYATAAN JAKSA AGUNG AKAN BEBASKAN KLIENNYA

Jakarta, LiraNews.com - Pernyataan Jaksa Agung dengan begitu jelas dan menyakinkan membeberkan alasan kenapa institusi yang dipimpinnya menuntut pidana dua tahun kepada Buni Yani yaitu agar ada keseimbangan dengan hukuman penjara dua tahun yang sudah diterima Ahok, menjadi bukti bahwa tuntutan Jaksa kepada Buni Yani tidak sepenuhnya berlandaskan hukum dan undang-undang, serta fakta yang terungkap di persidangan, Namun, sebagai bentuk "balas dendam" karena mereka menganggap gara-gara Buni Yani, Ahok kini mendekam di penjara.

“Pernyataan Jaksa Agung ini semakin memperjelas pertimbangan utama kejaksaan menyeret Buni Yani ke pengadilan adalah sebagai bentuk "balas dendam" karena Ahok di penjara dua tahun. Mudah-mudahan Yang Mulia Hakim mencermati pernyataaan Jaksa Agung ini. Kami semakin yakin Buni Yani akan dibebaskan,” tukas Ketua Tim Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, di Jakarta (11/10/2017).

Aldwin mengungkapkan, baru kali ini di dunia ada tuntutan Jaksa kepada terdakwa di mana pertimbangan utamanya adalah agar tuntutan tersebut seimbang dengan tuntutan yang telah diterima terdakwa lain di kasus yang sama sekali berbeda dan tidak ada hubungannya.

Mungkin Jaksa Agung, lanjut Aldwin, tidak mencermati secara seksama Putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara yang menyatakan Ahok Bersalah karena telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51 dan secara tegas menyatakan tidak ada hubungan antara Buni Yani dengan kasus Ahok.

Pernyataan Jaksa Agung ini, sambung Aldwin, adalah sebuah blunder yang ‘menguntungkan’ Buni Yani karena sudah jelas Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara menolak semua kesimpulan Jaksa Pentuntun Umum (JPU) yang pada saat itu ngotot mengaitkan dan melebarkan kasus Ahok dengan Buni Yani. Padahal saat itu posisi JPU harusnya berseberangan dengan terdakwa.

“Kan sudah jelas Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara menyatakan bahwa keresahan yang timbul di masyarakat terjadi karena ucapan Ahok sendiri yang telah mencederai perasaan dan memecah kerukunan umat. Hakim juga menegaskan, kasus Ahok juga tidak ada hubungannya dengan Buni Yani, karena tidak ada satupun pelapor yang menjadikan video yang ada di akun facebook Buni Yani sebagai dasar pelaporan. Nah, sekarang Jaksa Agung masih tetap ngotot mengaitkan kasus Ahok terkait dengan Buni Yani dan malah menjadikannya sebagai pertimbangan utama menuntut Buni Yani, dua tahun penjara. Ini akan mengganggu akal sehat kita. Saya yakin nurani Hakim bisa melihat bahwa Buni Yani dijadikan obyek ‘balas dendam. Insha Allah Buni Yani Bebas,” jel

Tags:
Redaksi

Penulis: Redaksi

KANTOR REDAKSI :
Graha Perwira, Gd. Gajah Blok AQ
Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jakarta Selatan


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook


Profil LIRANEWS.COM

LiraNews adalah media online Indonesia yang menyajikan berita terbaru di seluruh indonesia , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan mahasiswa Perguruan tinggi di Jakarta yang senang dengan dunia internet . LiraNews bukanlah yang pertama bergerak di bidang media portal online , Tetapi kami yakin akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk [...]

Facebook

Twitter